Yogyakarta ketika musim liburan mahasiswa tiba

Di Yogyakarta sebagai sebuah kota pendidikan menjadi tujuan mahasiswa dari berbagai daerah untuk kuliah. Di kota banyak berdiri perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, yang tersebar di beberapa wilayah. Walaupun dalam perkembanganya banyak perguruan tinggi tersebut membangun kampus-kampus baru mereka di luar kota Yogyakarta, seperti di wilayah Bantul, Sleman dan sekitarnya.

Banyaknya kampus yang ada di kota Yogya tentu membuat kota menjadi ramai oleh para perantau yang di dominasi oleh mahasiswa. Penduduk kampung yang berada di sekitar kampus banyak yang menyediakan tempat kost untuk para mahasiswa tersebut. Seringkali dalam sebuah kampung jumlah mahasiswa perantau yang tinggal (kost) disana lebih banyak daripada jumlah penduduk tetap.

jalan didepan sebuah kampus di Yogyakarta

Suasana jalan di depan sebuah kampus di Yogyakarta yang lengang ketika musim libur kuliah | Dok.

Baca lebih lanjut

Yogyakarta Layak Disebut Sebagai Kota Museum

Sebagai sebuah kota dengan banyak sebutan, Yogyakarta mempunyai banyak ciri yang menguatkan nama sebutan tersebut. Sebutan kota perjuangan, kota pelajar, kota pendidikan, kota budaya, kota gudeg dan lain-lain, mungkin sudah sangat dikenal. Namun sebenarnya kota Yogya juga layak disebut sebagai kota museum, karena di kota ini ada banyak museum yang berdiri.

Dari data yang tercatat di website Asosiasi Museum Indonesia terdapat sekitar 30 an museum yang ada di kota Yogyakarta. Data tersebut belum termasuk museum-museum yang belum tercatat dalam website asosiasi tersebut.

Museum dirgantara yogyakarta

(Pengunjung museum Dirgantara sedang mempelajari keterangan mengenai pesawat yang di pamerkan | img : jalanjogja.com)

Baca lebih lanjut

Cermin Di Simpan Jalan Pemukiman Kota Yogyakarta

Cermin cembung corvex mirror kota yogyakarta

Cermin jalan yang membantu mengendara melihat kendaraan yang datang dari sisi lain, biasanya di pasang dipersimpangan atau tikungan jalan | img : corvexmirrors.org

Padatnya jalanan kota Yogyakarta seiring dengan semakin banyaknya kendaraan bermotor yang digunakan para pelajar dan mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan di kota ini, berimbas juga pada ramainya jalan di wilayah perkampungan.

Jalan atau gang di wilayah perkampungan yang sempit, terutama di tikungan serta persimpangan, mempersempit pandangan sehingga menjadi rawan kecelakaan. Karena kendaraan dari arah samping atau dari tikungan terkadang tidak terlihat jelas.

Sekarang ini dipersimpangan jalan ataupun ditikungan jalan di Yogyakarta, banyak dipasang cermin jalan untuk membantu pengendara melihat kendaraan dari arah samping maupun tikungan.

Cermin jalan atau sering disebut kaca cembung (convex mirror) adalah semacam cermin berbentuk cembung yang diletakkan di persimpangan atau di tikungan jalan. Walaupun sering disebut kaca cembung, convex mirror ini sebenarnya tidak terbuat dari kaca, namun terbuat dari bahan acrylic khusus, sehingga tidak mudah pecah atau rusak.

Baca lebih lanjut

Panggung Jalanan Kota Yogyakarta

Jiwa seni dan semangat berkesenian tumbuh subur di masyarakat Yogyakarta yang selain di kenal sebagai kota pelajar, juga di kenal sebagai kota budaya.

Hampir setiap kampung mempunyai komunitas kesenian yang anggotanya terdiri dari warga kampung tersebut. Selain itu banyak juga komunitas seni yang terdiri dari para pelajar dan mahasiswa. Hal tersebut tentunya menumbuhkan iklim berkesenian yang baik.

Setiap event kegiatan seni selalu ramai oleh banyaknya peserta yang terlibat dan masyarakat yang menonton. Tidak hanya panggung-panggung kegiatan resmi yang dijadikan sarana untuk mengekspresikan jiwa seni. Bahkan trotoar bisa berubah menjadi panggung jalanan.

Seniman Jalanan Yogyakarta

Kelompok pemusik jalanan beraksi di sebuah jalan kota Yogyakarta | img : indoberita.com

Baca lebih lanjut

Bertemunya Para Wisatawan Dari Berbagai Penjuru Menyesakkan Kota Jogja

Menjelang berakhirnya tahun ajaran, jalanan kota Jogja terasa sangat sempit. Jalan-jalan kota yang relatif kecil sangat padat oleh kendaraan, tidak sedikit yang terlihat dengan plat nomer luar daerah.

Bis-bis pariwisata yang dipenuhi oleh para pelajar yang sedang melakukan perjalanan study tour atau sekedar piknik pun datang dengan beriringan.  Tidak hanya 2 atau 3 bis, terkadang hingga sepuluh bis yang beriringan.

Ya suasana Jogja menjadi kurang nyaman. Tapi bagaimana lagi, memang sudah menjadi resiko tinggal di sebuah kota yang mempunyai daya tarik tersendiri.

Kemacetan di jalan kota Jogja

Kemacetan di jalan Malioboro kota Jogja | http://www.jogja.co

Baca lebih lanjut